PAD Rejanglebong Belum Mencapai Target

Pendapatan asli daerah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, sampai September 2011 baru terealisasi sekitar 49 persen dari target sebesar Rp30 miliar. “Sampai saat ini realisasi penerimaan PAD Kabupaten Rejang Lebong 2011 baru mencapai Rp14,5 miliar, atau sekitar 49 persen dari target sebesar Rp30 miliar,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Rejang Lebong Sudirman di Bengkulu, Kamis 13 Oktober 2011.

Meski demikian, kata dia, Pemkab Rejang Lebong tetap optimistis target penerimaan PAD 2011 sebesar Rp30 miliar dapat direalisasikan 100 persen pada akhir Desember mendatang. Sebab, menurut dia, masih ada waktu tiga bulan bagi setiap satuan perangkat kerja daerah (SKPD) di jajaran Pemkab Rejang Lebong untuk menghimpun PAD di instansi yang tersangkutan. “Kita masih optimistis target penerimaan PAD 2011 sebesar Rp30 miliar dapat dicapai pada akhir Desember mendatang,” ujarnya.

Untuk itu, Pemkab Rejang Lebong meminta setiap SKPD agar mengintensifkan pengumpulan PAD yang ada diinstansinya. Dengan demikian, PAD yang ditargetkan disetiap SKPD dapat direalisasikan dengan baik. “Saya yakin jika seluruh SKPD di jajaran Pemkab Rejang Lebong bekerja keras menghimpun PAD, maka target penerimaan PAD di daerah ini pada 2011 sebesar Rp30 miliar dapat dicapai 100 persen,” ujarnya.

Meski tidak mencapai 100 persen, kata dia, penerimaan PAD sampai Desember 2011 bisa mencapai di atas 85 persen dari target yang sudah ditetapkan sebesar Rp30 miliar. “Untuk itu, mulai sekarang seluruh SKPD di jajaran Pemkab Rejang Lebong meningkatkan kinerjanya dalam menghimpun berbagai jenis pajak yang menjadi tanggung jawab instansinya,” katanya. (antara)

Komentar Facebooker

comments


Comments

PAD Rejanglebong Belum Mencapai Target — & Komentar

  1. Tempat rekreasi suban air panas curup di penuhi dengan PUNGLI,masuk baru di jalan bayar,berjalan 50 m bayar lagi mau nyembrang jembatan kecil tu adalagi karcis yang sudah di bayar karcisnya di kumpul lagi lalu di jual lagi,mau mandi juga bayar ,liat air terjun juga bayar,mau keluar di mintak bayaran lagi bagi yg bawak kendaraan padahal sudah bayr parkir waduhhhhh repotttt,yg jadi masalah banyk pungutan liar yg tidak pakai karcis dan karcis yg di jual ulang

    • Semua itu akibat dualisme pengelolaan aset wisata daerah, khusus di suban selain Pemda RL ada penduduk setempat yng mengklaim bahwa suban adalah warisan leluhurnya. Kabarnya sudah bebrapa kali ada pendekatan dari pemda tapi gagal. Setahu saya yg sekarang sistemnya pemda cuma tetapkan target sesuai nego dengan pengelola tsb, sehingga teknis di lapangan tidak terkontrol. Tapi untuk penjelasan resmi silahkan hubungi Dinas pariwisata RL, selaku pengelola objek wisata suban air panas.Trims

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>